Haloooo teman-teman semua…. Apa kabar? Semoga selalu sehat ya…

Setiap tanggal 16 September kita memperingati hari ozon. Ozon adalah lapisan bumi yang tipis dan tersusun atas 3 atom oksigen dan terletak di stratosfer alias salah satu lapisan atmosfer bumi yang berada 10-40 km di atas permukaan bumi. Ozon yang berada di stratosfer inilah yang melindungi bumi dari bahaya sinar ultraviolet matahari. Sehingga lapisan ozon jika tidak ditahan, dapat merusak semua jenis ekosistem yang ada di bumi. Pada manusia jika terlalu banyak terpapar radiasi sinar UV-B akan timbul berbagai masalah kesehatan yaitu kanker kulit, katarak, penurunan sistem imun, dan gangguan kesehatan lainnya. Lapisan ozon juga berfungsi menyerap polutan yang berada di udara, seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan metana (CH4). Gas-gas ini dapat mengakibatkan sesak napas hingga keracunan. Lapisan ozon kini mengalami penipisan sehingga mengganggu fungsinya. Penyebab penipisan lapisan ozon yang paling besar ialah ulah manusia, yakni dengan membuang gas Chloro-Fluoro-Carbon dalam bentuk CFC-12 (2%), CFC-11 (23%), CCl4 (12%), CH3CCl3 (10%), CFC-113 (6%), dan HCFC (3%).

Sebagai bentuk kepedulian kita terhadap bumi, kita melakukan gerakan menanam tanaman dan peduli sampah. Pada hari Jumat tanggal 16 September 2022 seluruh siswa, guru, dan karyawan menanam tanaman. Ada yang menanam cabai, kangkung, lidah buaya, kumis kucing, dan sebagainya. Orang tua juga tak ketinggalan ikut peduli dengan menanam tanaman.

Tanaman-tanaman tersebut harus selalu dirawat sampai siswa lulus dari sekolah. Oleh karena itu, setiap hari siswa harus memperhatikan atau merawat tanaman mereka dengan menyiram.

                 

Kegiatan peduli sampah juga dilakukan dengan membuat ekobrik. Ekobrik berasal dari kata “ecology” yang dalam Bahasa Indonesia disebut “ekologi”. Sedangkan kata “brick” dari Bahasa Inggris yaitu “bata”. Jadi ekobrik dapat dikatakan sebagai bata ramah lingkungan. Ekobrik dianggap sebagai salah satu cara pemanfaatan limbah plastik yang kreatif dan efisien. Bahan utama membuat ekobrik adalah sampah plastik. Sampah plastik yang digunakan bisa bekas kemasan minyak, deterjen, minuman, kantong plastik sekali pakai (kresek), dan bungkus makanan.  Cara membuat ekobrik ini dimulai dari sampah-sampah plastik dibersihkan kemudian dipotong kecil-kecil lalu dimasukkan ke dalam botol plastik bekas air mineral sampai penuh.

    

 

 

 

 

 

 

 

Mari kita rawat bumi kita dengan menanam tanaman dan peduli sampah.

Salam AMDG

 

Sebarkan artikel ini